Tesla Hadapi Krisis, Kini Bertambah Usai Bentrok dengan Trump

Tesla Hadapi Krisis
Tesla Hadapi Krisis

Tesla hadapi krisis untuk kembali ke jalur setelah kuartal pertama yang mengecewakan. Minggu ini, tekanan terhadap perusahaan kian membesar.

CEO Elon Musk resmi menyelesaikan masa jabatannya sebagai “special government employee” di pemerintahan Trump akhir Mei, tepat pada batas 130 hari maksimum. Saat meninggalkan jabatan itu, Musk melontarkan kritik tajam terhadap RUU belanja “One Big Beautiful Bill” ala Trump yang dianggapnya berpotensi memperburuk utang negara.

Bentrok Online antara Musk dan Trump Ancam Kontrak Pemerintah

Awalnya kritikan kebijakan, tetapi langsung berubah jadi perang online. Musk menyebut RUU itu “abomination” dan mengajak pengikutnya di X untuk “kill the bill”. Trump membalas dengan menuduh Musk “gila” dan mengancam akan menghentikan kontrak pemerintah serta subsidi untuk perusahaan Musk. Musk pun santai menanggapi, “Go ahead, make my day.”

Tesla Hadapi Krisis, Saham Tesla Jeblok 14%, Rugikan Rp2.300 Triliun

Konflik ini langsung berdampak ke pasar: saham Tesla merosot 14% kemarin, menghapus sekitar US$152 miliar dari nilai pasar—penurunan harian terbesar dalam sejarah 15 tahun Tesla di bursa. Kekayaan Musk anjlok US$34 miliar seperti tercatat di Bloomberg’s Billionaires Index.

Dampak Luas: Regulasi, Pajak, dan Tarif Bisa Menyusul

Bentrokan ini bukan sekadar drama publik—kontrak dan subsidi pemerintah untuk Tesla dan SpaceX kini berisiko disetop reuters.com. Trump disebut juga bersiap mencabut kredit pajak EV yang sangat penting bagi Tesla. Selain itu, harga komponen bisa naik bila tarif impor diberlakukan .

Tesla Sebelumnya Sudah Tekor Sebelum Musuh Tambah Masalah

Sebelumnya, Tesla sudah kesulitan: penjualan Q1 turun 9%, dan pendapatan dari mobil merosot 20% karena datangnya pesaing dari China serta reaksi negatif konsumen terhadap polarisasi politik Musk.

Tekanan Sosial & Vandalism “Tesla Takedown”

Masalah tidak berhenti di pasar: selama beberapa bulan terakhir, banyak fasilitas Tesla atau mobilnya menjadi sasaran vandalisme dan pembakaran. Di barat dan Eropa—juga Kanada dan AS—aksi protes berlangsung damai, bahkan ada gerakan #TeslaTakedown yang menyerukan boikot Tesla secara global .

Pemangku Kepentingan Desak Dewan Bertindak

Tokoh publik memperingatkan dewan direksi Tesla untuk mengambil keputusan tegas. Mereka menyoroti rendahnya akuntabilitas dan tata kelola perusahaan, serta mendesak agar Tesla independen dari citra Musk yang kontroversial .

Tantangan Lain: Kompetisi Ketat dan Kualitas Produk

Selain politik, Tesla juga tertinggal di bidang produk: produksi Cybertruck didera recall, adopsi FSD tidak secepat pesaing seperti Waymo, dan persaingan dari BYD di pasar China & Eropa makin sengit .

Robotaxi & Masa Depan Visioner Musk?

Musk berharap investor fokus ke masa depan—robotaxi dan robot humanoid Optimus. Dia menjanjikan debut layanan robotaxi di Austin bulan ini, meski masih dalam area terbatas dan armada kecil .

Kesimpulan: Tesla di Persimpangan Jalan

Drama Trump–Musk ini menjadi ujian besar bagi Tesla. Dari tekanan politik hingga tantangan teknis dan reputasi, perusahaan kini berada di persimpangan kritis. Apakah Tesla bisa lepas dari bayang-bayang Musk dan tetap maju? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *