Proyeksi Industri Global: Iklan Berbasis AI Dorong Pertumbuhan Industri Hiburan dan Media, Kata PwC

Iklan berbasis AI dorong pertumbuhan
Iklan berbasis AI dorong pertumbuhan

Transformasi digital telah mengubah lanskap industri hiburan dan media secara fundamental. Di tengah gelombang inovasi ini, kecerdasan buatan (AI) muncul sebagai kekuatan pendorong utama, terutama dalam sektor periklanan. Menurut analisis terbaru dari PwC, salah satu firma jasa profesional terkemuka di dunia, peran AI dalam periklanan akan menjadi sangat krusial dalam mendorong pendapatan. Laporan PwC menggarisbawahi bahwa iklan berbasis AI dorong pertumbuhan industri hiburan dan media, kata PwC, memprediksi peningkatan signifikan dalam pendapatan global hingga tahun 2029. Ini adalah kabar baik bagi industri yang terus beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen dan tekanan ekonomi makro.

 

Pergeseran Paradigma Periklanan dengan AI

Periklanan telah lama menjadi tulang punggung finansial bagi industri hiburan dan media. Dengan hadirnya AI, efisiensi dan efektivitas iklan mengalami lompatan besar.

  • Personalisasi Hiper-Targeted: AI memungkinkan pengiklan untuk menganalisis data konsumen dalam skala besar, memahami preferensi, perilaku, dan kebiasaan menonton atau mendengarkan. Hal ini mengarah pada personalisasi iklan yang sangat akurat, memastikan konten iklan yang relevan sampai ke audiens yang tepat.
  • Optimalisasi Kampanye Real-time: Platform iklan yang ditenagai AI dapat mengoptimalkan kampanye secara real-time. AI dapat menyesuaikan penawaran, penempatan iklan, dan bahkan format kreatif berdasarkan kinerja langsung, memaksimalkan Return on Investment (ROI) bagi pengiklan.
  • Efisiensi Produksi Konten Iklan: AI generatif dapat membantu dalam pembuatan draft awal iklan, copywriting, dan bahkan visual, mempercepat proses produksi konten iklan dan mengurangi biaya.
  • Otomatisasi dan Skalabilitas: Banyak tugas repetitif dalam periklanan, seperti penempatan iklan dan pelaporan, dapat diotomatisasi oleh AI, membebaskan tim pemasaran untuk fokus pada strategi dan inovasi. Ini juga memungkinkan kampanye berskala besar dengan lebih sedikit sumber daya.

Inilah mengapa iklan berbasis AI dorong pertumbuhan industri hiburan dan media, kata PwC.

 

Proyeksi PwC: Pendapatan Global Melesat

Laporan Global Entertainment & Media Outlook 2025-29 dari PwC memberikan angka-angka yang sangat menjanjikan mengenai dampak AI.

  • Target Pendapatan US$3,5 Triliun: PwC memproyeksikan bahwa pendapatan industri hiburan dan media global akan mencapai US$3,5 triliun pada tahun 2029. Ini menunjukkan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 3,7% hingga tahun tersebut.
  • Periklanan sebagai Pendorong Utama: Dari tiga kategori utama yang dianalisis (konektivitas, periklanan, dan konsumen), periklanan diharapkan tumbuh paling cepat, yaitu tiga kali lebih cepat (CAGR 6,1%) dibandingkan kategori konsumen (2%).
  • Dominasi Format Digital: Format digital, yang menyumbang 72% dari total pendapatan iklan pada tahun 2024, diproyeksikan akan meningkat menjadi 80% pada tahun 2029. Teknologi baru, termasuk AI dan hiper-personalisasi, diharapkan akan mendorong pertumbuhan ini lebih jauh.
  • Iklan TV Terhubung (Connected TV): Pendapatan iklan dari TV terhubung (CTV) diperkirakan akan meningkat menjadi $51 miliar pada tahun 2029. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan keterlibatan digital dan prospek hiper-personalisasi yang dibantu AI. Pada tahun 2029, pendapatan iklan CTV diperkirakan akan setara dengan 45% dari total iklan TV tradisional.
  • Iklan dalam Video Game: Pendapatan iklan dalam industri video game juga diproyeksikan tumbuh signifikan, dari $224 miliar pada tahun 2024 menjadi hampir $300 miliar pada tahun 2029, melebihi gabungan pendapatan industri film dan musik. Iklan dalam video game akan menyumbang 38,5% dari total pendapatan pada tahun 2029, naik dari 32,8% di tahun 2024.

Angka-angka ini memperjelas bagaimana iklan berbasis AI dorong pertumbuhan industri hiburan dan media, kata PwC.

 

Tantangan dan Peluang di Tengah Perubahan

Meskipun prospeknya cerah, industri ini juga menghadapi tantangan, dan AI menawarkan solusi.

  • Ketidakpastian Ekonomi: Ketidakpastian ekonomi global, inflasi, dan kebijakan perdagangan yang bergeser telah mendorong konsumen untuk memangkas pengeluaran yang tidak penting, menekan langganan hiburan, kunjungan bioskop, dan media digital. Di sinilah peran iklan berbasis AI menjadi sangat penting, karena dapat mensubsidi banyak konten dan layanan.
  • Pergeseran Preferensi Konsumen: Konsumen semakin mencari konten yang disesuaikan dan pengalaman yang lebih pribadi. AI memungkinkan perusahaan untuk memenuhi permintaan ini, menciptakan konten dan iklan yang lebih relevan dan menarik.
  • Peningkatan Konsumsi Konten: Dengan semakin banyaknya konten yang tersedia, baik dari studio besar maupun kreator independen, AI membantu pengiklan untuk menembus kebisingan dan menjangkau audiens yang tepat.
  • Model Bisnis Baru: Layanan streaming dan platform media beradaptasi dengan memperkenalkan model bisnis baru, seperti langganan berbasis iklan (ad-based tiers), untuk mendiversifikasi sumber pendapatan mereka di luar hanya langganan premium. AI adalah kunci untuk mengelola dan mengoptimalkan model ini.

Tantangan dan peluang ini menegaskan mengapa iklan berbasis AI dorong pertumbuhan industri hiburan dan media, kata PwC.

 

Implikasi bagi Pemain Industri

Laporan PwC menyoroti bahwa pemain di industri hiburan dan media perlu tetap gesit dan proaktif.

  • Inovasi Berkelanjutan: Perusahaan harus terus berinvestasi dalam teknologi AI dan mengintegrasikannya ke dalam model bisnis dan alur kerja kreatif mereka. Mereka yang tidak beradaptasi berisiko tertinggal.
  • Fokus pada Ekosistem Terhubung: Bisnis harus memikirkan ekosistem terhubung tempat mereka beroperasi, memanfaatkan kekuatan periklanan dan AI untuk menciptakan konten yang lebih hemat biaya dan personal.
  • Keseimbangan Antara Digital dan Non-Digital: Meskipun digitalisasi meningkat, PwC juga mencatat bahwa kategori non-digital seperti musik live, bioskop, dan acara masih menjadi pendorong pendapatan utama di sektor konsumen. Industri perlu menyeimbangkan investasi di kedua area.
  • Regulasi dan Etika AI: Dengan peningkatan penggunaan AI, isu-isu seputar privasi data, etika AI, dan dampak pada pekerjaan juga akan menjadi perdebatan penting yang harus dihadapi oleh industri dan pembuat kebijakan.

Implikasi ini menunjukkan betapa pentingnya bagi industri untuk memahami bagaimana iklan berbasis AI dorong pertumbuhan industri hiburan dan media, kata PwC.

 

Kesimpulan: Iklan Berbasis AI Dorong Pertumbuhan Industri Hiburan dan Media, Kata PwC, Masa Depan Cerah dengan Adaptasi

Analisis dari PwC jelas menunjukkan bahwa iklan berbasis AI dorong pertumbuhan industri hiburan dan media, kata PwC, sebuah prediksi yang menjanjikan di tengah dinamika pasar yang terus berubah. Kemampuan AI untuk menghadirkan personalisasi yang mendalam, optimalisasi kampanye yang dinamis, dan efisiensi operasional akan menjadi faktor kunci dalam menjaga momentum pertumbuhan industri ini.

Bagi perusahaan-perusahaan di sektor hiburan dan media, pesan dari PwC sangat jelas: merangkul AI bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan strategis. Dengan memanfaatkan kekuatan AI dalam periklanan, mereka tidak hanya dapat mengatasi tantangan ekonomi dan preferensi konsumen yang berubah, tetapi juga membuka peluang baru untuk inovasi, keterlibatan audiens yang lebih dalam, dan pada akhirnya, pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan. Industri ini terus berada di garis depan inovasi teknologi, dan AI adalah babak berikutnya dari evolusi tersebut.

Baca juga:

Informasi ini dipersembahkan oleh Paman Empire

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *