JAKARTA – Di tengah ketidakpastian geopolitik dan gelombang proteksionisme perdagangan global, terutama yang dipicu oleh kebijakan tarif Amerika Serikat terhadap semikonduktor, dua kekuatan utama dalam industri chip global—Korea Selatan dan Taiwan—mulai melihat perlunya koordinasi dan kolaborasi. Menteri Perdagangan Korea Selatan, Yeo Han-koo, secara terbuka menyatakan bahwa ada ruang untuk Kerja Sama Chip Korea Taiwan dalam menavigasi kebijakan tarif chip AS guna mengamankan perlakuan yang paling menguntungkan (most favorable treatment) dari Washington.
Pernyataan ini muncul di saat ekspor chip, yang merupakan tulang punggung ekonomi kedua negara, menghadapi ancaman tarif baru dari AS. Baik Samsung Electronics dan SK Hynix (Korea Selatan) maupun Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC, Taiwan) memiliki kepentingan besar dalam mempertahankan akses pasar yang mulus ke AS, terutama karena mereka telah menginvestasikan miliaran dolar untuk membangun pabrik di Amerika. Potensi aliansi ini bukan sekadar urusan dagang, tetapi sebuah langkah strategis geopolitik untuk melindungi rantai pasok semikonduktor Asia.
🌎 Tekanan Global dan Risiko Rantai Pasok
Semikonduktor adalah komoditas strategis. Kebijakan tarif AS, meskipun ditujukan untuk menyeimbangkan perdagangan atau mendorong reshoring (relokasi produksi), menimbulkan risiko signifikan bagi produsen chip Asia.
1. Ancaman Tarif AS dan Reshoring
Pemerintahan AS telah mengisyaratkan atau menerapkan tarif impor yang signifikan terhadap semikonduktor.
-
Dampak Finansial: Tarif ini secara langsung akan meningkatkan biaya produksi bagi perusahaan AS yang mengimpor chip, dan pada akhirnya, akan ditanggung oleh konsumen. Bagi Korea dan Taiwan, tarif yang tinggi dapat mengurangi daya saing produk ekspor mereka secara drastis.
-
Insentif Investasi: AS menggunakan tarif dan insentif (seperti yang terdapat dalam CHIPS Act) untuk mendorong investasi besar-besaran di fasilitas manufaktur chip di tanah Amerika. Perusahaan seperti TSMC (Taiwan) dan Samsung (Korea) telah mengumumkan investasi senilai puluhan miliar dolar di AS sebagai respons langsung terhadap kebijakan ini.
2. Kebutuhan Kerja Sama Chip Korea Taiwan
Menteri Perdagangan Korea Selatan melihat bahwa karena Taiwan juga berada di tengah negosiasi tarif dengan AS, ada peluang unik untuk menyinkronkan strategi.
-
Klaim Perlakuan Paling Menguntungkan: Korea Selatan sendiri telah menyepakati perjanjian perdagangan yang mengurangi beberapa tarif AS sebagai imbalan atas investasi besar di sektor strategis AS. Korea Selatan ingin memastikan bahwa perlakuan apa pun yang diberikan AS kepada Taiwan—yang merupakan pesaing utama—tidak kurang menguntungkan (no less favourable) dari yang didapat oleh Seoul. Koordinasi ini penting untuk mencegah AS “mengadu domba” kedua eksportir chip tersebut.
🤝 Sifat Saling Melengkapi Rantai Pasok
Di balik persaingan sengit, rantai pasok semikonduktor antara Korea Selatan dan Taiwan sebenarnya saling melengkapi.
1. Spesialisasi Berbeda
Meskipun keduanya adalah kekuatan chip-making, mereka memiliki spesialisasi yang berbeda dalam ekosistem semikonduktor.
-
Taiwan (TSMC): Mendominasi foundry (contract manufacturing) chip yang paling canggih dan logic chip berteknologi tinggi (di bawah 7nm). Chip ini sangat penting untuk AI dan teknologi maju lainnya.
-
Korea Selatan (Samsung & SK Hynix): Merupakan pemimpin global dalam produksi memori chip (DRAM dan NAND) yang merupakan komponen esensial untuk server dan infrastruktur AI.
2. Memperkuat Posisi Tawar
Ketika Kerja Sama Chip Korea Taiwan terjalin, kedua negara dapat mengajukan kasus yang lebih kuat kepada AS. Mereka dapat berargumen bahwa membebani salah satu negara dengan tarif akan secara serius mengganggu pasokan chip penting yang dibutuhkan oleh industri AI dan pertahanan AS sendiri.
-
Stabilitas Rantai Pasok: Dengan bekerja sama, mereka dapat menjamin AS pasokan semikonduktor yang lebih stabil dan berkualitas tinggi, sebuah pertimbangan keamanan nasional yang jauh lebih penting daripada sekadar tarif.
🔮 Implikasi Geopolitik dan Masa Depan Asia
Langkah Korea Selatan untuk berkolaborasi dengan Taiwan memiliki implikasi geopolitik yang lebih luas di tengah ketegangan AS-Tiongkok.
1. Aliansi Chip 4 (Chip 4 Alliance)
Upaya koordinasi ini dapat dilihat sebagai penguatan informal dari inisiatif Chip 4, yang melibatkan AS, Taiwan, Korea Selatan, dan Jepang.
-
Pengaruh Regional: Dengan menyelaraskan kebijakan perdagangan, Korea dan Taiwan memperkuat posisi mereka sebagai pusat kekuatan teknologi yang tidak dapat diabaikan oleh kekuatan ekonomi besar mana pun.
2. Risiko dan Sensitivitas
Tentu saja, setiap langkah kerja sama antara Seoul dan Taipei harus dilakukan dengan sangat hati-hati, mengingat sensitivitas hubungan Tiongkok-Taiwan. Korea Selatan harus menyeimbangkan kepentingan ekonominya dengan Tiongkok (pasar ekspor terbesar bagi banyak produk Korea) sambil memperkuat aliansi strategis dengan Taiwan dan AS.
Keputusan Menteri Perdagangan Korea Selatan membuka pintu untuk Kerja Sama Chip Korea Taiwan adalah pengakuan cerdas terhadap realitas baru perdagangan global. Di mana kebijakan luar negeri dan ekonomi kini dijalankan melalui lensa semikonduktor. Dengan bekerja sama, kedua negara tidak hanya melindungi kepentingan ekonomi mereka, tetapi juga berpotensi menetapkan standar baru untuk negosiasi perdagangan di era chip yang bergejolak.
Baca juga:
- Meta Sembunyikan Bukti Kerugian Kausal Media Sosial
- AS Izinkan Nvidia Jual H200 ke China, Memicu Pergeseran Geopolitik Teknologi
- Ramalan Nvidia Redakan Bubble AI, Untuk Sementara
Informasi ini dipersembahkan oleh paman empire

